Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Menyerah, Simak Hidup Kei, Trader Jepang yang Sukses

Jangan Menyerah, Simak Hidup Kei, Trader Jepang yang Sukses

Penghasilan besar yang ditawarkan oleh trading forex ternyata tidak menjamin seseorang mau bertahan di bisnis tersebut. Pasalnya, untuk mencapai kesuksesan, trader harus menghadapi banyak tantangan. Tidak hanya itu, trader pun mesti melawan diri dari rasa bosan, tetap percaya diri, dan mengabaikan semua gangguan.  

Salah satu trader yang sampai sekarang masih mempertahankan bisnis trading forex adalah Kei. Sosok muda dan cerdas dari Jepang ini menjadi trader terbaik sekaligus mentor di Tokyo. Semangat dan strateginya dalam menjalankan trading layak menjadi panutan bagi trader seluruh dunia.

Latar Belakang

Kei merupakan sosok trader muda yang berpendidikan. Ia pernah masuk sekolah bahasa Inggris usai lulus SMA. Selain itu, Kei juga mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Lembah Irvine selama satu tahun. 

Setelah lulus dari Lembah Irvine, Kei pulang ke Jepang. Ia melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menghasilkan uang. Saat itu, ia berhasil menghemat uang dan kuliah kembali di Santa Monica College.

Tak hanya Santa Monica College, California University pun pernah menjadi tempat belajar Kei. Ia pindah ke kampus tersebut dengan mengambil jurusan psikologi. Uniknya, selama kuliah, Kei bekerja sebagai asisten karier pribadi dan konselor sekolah.

Selain menjadi konselor dan asisten, Kei juga pernah bekerja sebagai operator di Los Angeles, Amerika Serikat. Selain itu, ia mengajar bahasa Jepang di Los Angeles dan bertanggung jawab atas 20 lebih siswa di sekolah.

Penghasilan Kei dari profesi-profesi tersebut relatif tinggi. Karenanya, ia mampu membayar kuliah yang mahal.

Profesi lain yang pernah digeluti Kei adalah sebagai perencana keuangan. Ia memberikan nasihat finansial dan investasi sesuai portofolio kliennya. 

Seorang Kei juga memiliki riwayat karier sebagai sales asuransi dan real estate. Ia pun menjalankan bisnis persewaan dan pemandu wisata di Sedona, AZ. Kerennya, Kei pernah bekerja di perusahaan IT sebagai penanggung jawab pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada tahun 2013, Kei mulai mencoba berbisnis. Ketika itu, Kei melihat grafik forex yang menurutnya sangat mengagumkan. Bagi Kei, grafik forex itu seperti alam semesta. Setiap gerakan centang di grafik forex mampu membangkitkan rasa penasarannya.

Sejak pertama memulai trading forex, Kei menganggapnya sebagai kegiatan menyenangkan dan seru. Pasalnya, ia tidak hanya menghasilkan uang, tetapi juga bisa mempraktikkan ilmu psikologi. 

Selama trading, Kei dapat mempelajari psikologi manusia. Ia pun bisa melihat pola pikirnya sendiri untuk mengembangkan diri. Selain itu, Kei juga memiliki kesempatan untuk memahami dasar-dasar pola pikir dan faktor yang memengaruhi kehidupan.

Filosofi Hidup Kei

Bagi Kei, hidup adalah belajar. Dengan belajar, ia bisa melakukan perubahan yang menunjang kehidupannya secara keseluruhan.

Kei juga memiliki filosofi tersendiri dalam membangun kariernya. Pertama, ia membangun fondasi yang kuat, kemudian mengambil tindakan percobaan berkualitas tinggi.

Saat Kei mengawali hal baru, ia selalu meneliti dan menyusun rencana matang. Dengan begitu, Kei lebih percaya diri saat harus mengambil keputusan atau tindakan.

Jika terjadi kesalahan dalam proses “coba-coba”, Kei selalu belajar dari kejadian tersebut. Ia tidak mengulangi kesalahan sehingga bisa membawanya ke level yang lebih tinggi. Di samping itu, Kei tidak pernah mengubah diri dan prinsipnya usai menjadi full time trader pro

Saat menjadi full time trader pro, Kei pernah tertipu informasi yang ditayangkan di iklan, seminar, dan internet. Ia melihat banyak orang mengklaim diri sebagai mentor forex demi keuntungan sendiri..

Ilmu yang diberikan oleh mentor forex tidak dapat mengubah apa pun dalam perjalanan karier trader pemula. Karena itu, Kei membangun filosofi kariernya sendiri, yakni mengirimkan informasi bermanfaat dan menjalankan tugas sebagai mentor forex secara terhormat.

Belajar yang Penting Melalui Forex

Kei memulai bisnis forex dengan modal $10.000. Ketika itu, ia langsung memulai trading yang sebenarnya. Namun, dalam enam bulan, ia kehilangan modalnya. Kei juga mengalami kerugian selama satu tahun pertama.

Dari kejadian tersebut, Kei mengetahui letak kesalahannya. Menurut analisisnya, trading forex pertama bisa gagal karena empat hal berikut ini.

  • Leverage tinggi dengan ukuran posisi terlalu besar.
  • Tidak melakukan manajemen risiko. 
  • Melakukan perdagangan intuitif. 
  • Tidak bisa mengendalikan diri.

Setelah Kei menganalisis penyebab kegagalannya, ia fokus melihat riwayat trading-nya. Kemudian, ia menulis jurnal trading menggunakan grafik dan uraian untuk membantu meneliti kebiasaan perdagangan. Selain itu, jurnal juga memudahkan Kei mengetahui kelemahannya.

Di samping jurnal trading, Kei juga memanfaatkan pengalaman konseling di masa lalu untuk memahami hubungan emosi dan keberhasilan trader. Dengan begitu, Kei menjadi ahli dalam mengidentifikasi masalah pada trader serta mampu menemukan solusi terbaik. 

Setelah tujuh tahun berkarier dalam trading forex, Kei mulai didatangi oleh trader pemula. Sebagian dari mereka meminta saran Kei atas masalah yang menimpanya. Mereka juga kerap bertanya kepada Kei tentang valas.

Suatu hari, salah satu trader mengunjungi Kei dan meminta sarannya. Ia kebingungan karena mengambil leverage tinggi sehingga modalnya fluktuatif. Trader tersebut merasa tertekan secara mental. Pasalnya, ia berdagang dengan cara mirip perjudian.

Untuk mengetahui masalahnya, Kei menanyakan secara detail awal mula trader tersebut berdagang. Kemudian, Kei memberikan sedikit saran untuk mengubah pola perdagangannya. 

Trader tersebut mau mengikuti saran Kei. Ia berhenti dari perdagangan dengan sistem mirip judi. Selain itu, ia mengubah gaya trading menjadi low risk, high return. Tentu saja, semua itu dilakukan dengan strategi pengelolaan finansial yang solid.

Belajar dari pengalamannya memberikan konseling, ia mulai berpikir menjadi mentor para trader. Untuk mewujudkan pemikirannya itu, Kei membuat sistem pendampingan forex berdasarkan pengalamannya. 

Kei mulai menerima permintaan konseling dari trader mana pun. Ia membimbing, membantu trader, dan memberikan solusi yang tepat untuk trader.

Kegiatan baru Kei saat itu membuatnya makin semangat berkomunikasi dengan trader. Semua yang ia berikan pada trader adalah hasil analisisnya di masa lalu. Pasalnya, Kei tidak mau trader melakukan kesalahan sama seperti dirinya.

Perubahan Profit

Selama dua tahun pertama, Kei harus berjuang keras dalam trading forex. Ia bolak-balik beralih dari akun nyata ke versi demo. Kei juga menggunakan penguji forex untuk memastikan strateginya, menganalisis, dan memvalidasi hasil.

Kendati pernah gagal, Kei terus melakukan trading dengan uang sendiri. Ia berpedoman pada riwayat perdagangan setiap hari dan mengevaluasinya.

Hasilnya, trading forex yang dilakukan Kei berangsur positif. Ia mampu mengendalikan emosi dan tidak memaksakan diri. 

Berikut ini perkembangan trading forex yang dilakukan Kei dari tahun 2015—2019.

2015+ $4,159
2016+ $20,965
2017+ $89,184
2018+ $194,682
2019+ $221,597

Demikian pembahasan singkat seputar perjalanan hidup Kei dan kariernya sebagai trader forex. Kei adalah contoh trader yang disiplin, mau belajar, dan bersedia memperbaiki kesalahannya. Ia juga mengambil banyak pelajaran dari kesalahan tersebut dan tidak mengulanginya. Jadi, bagi Anda yang ingin jadi trader sukses, yuk, coba ikuti tips-tips Kei dalam trading forex!

Leave a comment

© 2023 Purobo. All Rights Reserved.